Membaca Source Code Bahasa Pemrograman

Saya punya ketertarikan yang sangat besar terhadap programming language development. Bayangkan saja, tanpa perkembangan yang signifikan dari bidang ini, pembuatan software akan sangat sulit. Dulu para programmer harus langsung berinteraksi dengan mesin secara langsung menggunakan bahasa mesin yang notabene hanya merupakan karakter dan angka-angka yang mewakili instruksi di dalam mesin tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, instruksi-instruksi ini diterjemahkan ke dalam kode-kode yang lebih representatif untuk manusia. Bahasa ini disebut assembly. Walaupun sudah diterjemahkan supaya lebih representatif, assembly masih tidak ramah, karena terdiri dari instruksi-instruksi mentah mesin.

Contoh bahasa assembly coba lihat di sini: http://assembly.happycodings.com/code1.html

Programmer saat ini tentunya sudah sangat nyaman sekali memrogram. Sekarang tinggal ketik source codecompile lalu programnya bisa jalan. Semuanya terasa lebih mudah.

Dibalik kemudahan programmer saat ini dalam melakukan programming, ada jasa yang sangat besar yang telah dilakukan oleh programmer-programmer terdahulu, yaitu para pemrogram compilerCompiler merupakan program yang digunakan untuk menerjemahkan bahasa pemrograman tingkat tinggi ke bahasa mesin sehingga bisa dieksekusi. Disebut bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) karena sangat dekat ke-familiar-annya  dengan bahasa manusia. Semakin sulit dimengerti oleh manusia, maka bahasa tersebut akan disebut low level programming language.

Saat ini, karena adanya berbagai macam compiler bahasa pemrograman, para penggemar bidang ini bisa dengan mudah memilih bahasa pemrograman yang mereka sukai. Sekarang ada banyak sekali bahasa pemrograman. C, C++, Java, C#, Pascal adalah contohnya. Sekarang semakin ke sini semakin banyak pula berkembang bahasa pemrograman baru. Ada PHP, Ruby, Python, Scala, Clojure, F# dan masih banyak lainnya. Bayangkan tahun-tahun ke depan, memilih bahasa pemrograman sama seperti memilih rasa mie instan.😀

Menariknya lagi, sekarang sebagian besar bahasa-bahasa pemrograman tersebut open source. Dengan kata lain, kita bisa melihat ada kode seperti apa dibalik program-program tersebut. Ini menarik sekali, karena kita jadi bisa mengetahui cara kerja dibalik programnya.

Walaupun memang rumit, tapi ini luar biasa sekali. Bahasa pemrograman yang baru seperti Scala saja penggunanya saja sudah meliputi perusahaan-perusahaan besar seperti LinkedIn dan Twitter. Hal ini tentu saja bisa terjadi karena kehandalan bahasa pemrograman tersebut. Scala, ternyata juga open source.😉

Coba saja kunjungi link-link ini:

  1. PHP (github.com/php/php-src)
  2. Google JavaScript Engine (code.google.com/p/v8)
  3. Clojure (github.com/clojure/clojure)
  4. Ruby (github.com/ruby/ruby)
  5. Python (hg.python.org/cpython)
  6. Scala (github.com/scala/scala)

Sebagian besar bahasa-bahasa pemrograman tersebut ternyata ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C dan C++, namun ada juga yang menggunakan bahasa pemrograman Java seperti Scala dan Clojure.

Mau coba baca? Kunjungi saja.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s