Pentingnya Time Tracking

Pernah lihat gambar ini?

system_of_life

Representatif sekali ya?ūüėÄ Saya bingung juga saat melihatnya.

Pembaca sekarang ada di fase mana? Kalau saya sekarang ada di fase paling kiri, dan sedang menjalani transisi untuk menuju ke tengah.

Sangat terasa, sekarang waktu merupakan hal yang penting untuk dikontrol. Kalau dulu mungkin mau ini atau mau itu tinggal dijalani saja, tetapi kalau sudah terlibat dalam suatu pekerjaan yang sifatnya profesional, dibutuhkan time management yang baik supaya semua target dan pencapaian bisa dikejar.

Ngomong-ngomong soal waktu, saya jadi ingat. Bulan ini sudah sekitar 9 bulan saya bekerja sebagai intern programmer di Netmile Solutions, sebuah software house di Jakarta yang fokus pada pengembangan aplikasi web dan mobile.

Ada banyak hal yang saya pelajari di sana, dan 1 hal yang paling saya rasakan sangat mengubah pola pikir saya adalah tentang time tracking. Saya bekerja part time di sana, sehingga saya secara aktif harus mengunggah timesheet yang dijadikan dasar untuk perhitungan salary.

Jadi setiap saya mengerjakan sesuatu, saya harus menghitung waktu yang saya habiskan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Kadang-kadang saya juga bekerja secara remote sehingga untuk lebih teliti perhitungannya, tentunya dibutuhkan data durasi pekerjaan yang saya lakukan.

Setelah menjalaninya, barulah saya menyadari. Time tracking ternyata bukan masalah perhitungan salary saja.

Kalau misalkan pembaca ditanya, dalam 1 hari berapa jam pembaca mengakses internet? Ya, mungkin pembaca bisa saja menjawab tentang nominal jam. Presisi? Mungkin iya, tapi kemungkinan besar tidak presisi bukan?

Di kantor, terkadang ada¬†project¬†yang perhitungan¬†fee-nya dilakukan berdasarkan jam kerja. Saya kadang suka bingung kalau ditanya, “untuk menyelesaikan¬†software¬†yang¬†requirements-nya begini begini dan begini, kamu butuh berapa jam?” Saya tidak pernah menghitung waktu yang saya habiskan selama ini untuk menciptakan suatu¬†software. Akhirnya saya harus mereka-reka jumlah jamnya dan agak rawan jadinya kalau-kalau jumlahnya terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Bayangkan, kalau ternyata saya menebaknya terlalu sedikit, otomatis saya yang akan repot untuk mengejar tenggat waktu. Padahal sebenarnya saya punya waktu yang cukup kalau saya tahu berapa lama seharusnya pekerjaan itu diselesaikan. Sedangkan, kalau terlalu banyak alokasinya, client akan merasa rugi, karena harus menghabiskan uang banyak dan bisa jadi juga client akan mengecap kita sebagai orang yang lamban, karena seharusnya pekerjaan yang diberikan tersebut bisa diselesaikan dalam durasi yang lebih singkat.

Ternyata di sini pentingnya. Saya sekarang jadi tahu kalau misalkan harus menjawab pertanyaan seperti itu. Sejak saat itu, setiap saya mengimplementasikan sesuatu, saya coba hitung waktu yang saya habiskan dengan menggunakan time tracking software. Di kantor, saya dianjurkan untuk membiasakan menggunakan Toggl.

Rekaman data dari time tracking ini bisa kita manfaatkan untuk banyak hal.

Pertama, tentunya kita jadi tahu berapa total waktu yang kita gunakan untuk mengerjakan sesuatu. Jika kita ingin melakukan hal yang serupa, kita jadi lebih mudah mengalokasikan waktunya. Dan yang lebih penting, kita juga jadi bisa tahu, pada jam-jam berapa kita produktif, dan seberapa besar¬†delay¬†yang kita lakukan tiap pengerjaan. Ini juga bisa jadi patokan, seberapa lama kita sering menunda-nunda pekerjaan.ūüėõ

Kedua, kita juga jadi bisa mengetahui progress dari diri kita sendiri dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya, kalau dulu untuk membuat sebuah modul autentikasi di dalam suatu aplikasi web bisa menghabiskan 3 jam, ternyata sekarang saya sudah bisa lebih cepat karena bisa mengerjakannya dalam 1 jam saja. Dengan ini kita juga jadi bisa melihat seberapa besar performa kita meningkat dalam suatu pekerjaan.

Ketiga, tentu saja mempermudah kita dalam melakukan time management. Time management itu sangat penting. Kadang kita tidak sadar sudah terpaku berjam-jam di depan komputer tetapi tidak menghasilkan apapun. Time tracking membantu kita untuk mengetahui hal ini dan yang lebih pentingnya membuat kita tahu durasi-durasi dari hal yang tidak pernah kita hitung sebelumnya.

Dengan memanfaatkan waktu secara optimal, kita tentunya jadi bisa mengalokasikan waktu dengan lebih baik. Hidup bukan urusan pekerjaan saja bukan? Tentunya mengalokasikan waktu untuk me-time atau menyempatkan diri untuk berada di tengah-tengah keluarga dan orang-orang yang kita cintai merupakan sesuatu yang juga kita butuhkan. Dan dengan alokasi waktu yang berantakan, mana mungkin?

Jadi, ayo mulai hitung durasi dari aktifitas-aktifitas kita.ūüėČ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s