Gara-gara Cache

Akhir-akhir ini saya sedang sibuk berkutat dengan pengembangan aplikasi web, yang artinya, ya begitu: CSS, HTML, PHP dan hal-hal terkait. Jujur dalam pembuatan aplikasi web saya lebih senang memrogram back end-nya, karena mengelola layout halaman web merupakan hal yang rumit. Bagaimana tidak, detail desain, posisi elemen, kemudian menangani berbagai macam resolusi untuk berbagai macam perangkat (responsive design), hal-hal itulah yang kemudian membuat saya harus lebih ekstra memberikan alokasi pikiran untuk pengembangan front end.

Kemarin waktu memrogram front end, saya sempat frustasi. Mungkin pembaca pernah mengalaminya juga. Pernah tidak mengubah suatu properti CSS atau HTML di belakang, namun tidak terjadi perubahan apa-apa di layout yang ditampilkan di browser? Saya kemarin mengalami hal tersebut sering sekali.

Setelah melakukan sedikit browsing, akhirnya ketemulah penyebabnya. Penyebab hal ini ternyata adalah: cache.

Saat kita membuka suatu halaman web, web browser kadang kala menyimpan resources yang berhubungan dengan halaman web tersebut di hard drive lokal kita agar sewaktu-waktu jika dibutuhkan lagi, maka resources tersebut tidak perlu di-download ulang dari halaman aslinya. Resources tersebut di antaranya adalah file-file itu: gambar, CSS, halaman web dan JavaScript.

Pada kejadian yang saya alami, mekanisme caching dari web browser inilah yang kemudian menghambat saya. Sekalipun saya sudah berkali-kali me-refresh halaman, resources yang digunakan masih merupakan resources yang tersimpan di-cache, sehingga perubahan yang saya lakukan tidak berdampak ke halaman depan.

Solusinya adalah dengan melakukan pembersihan cache. Setiap web browser punya fasilitas ini yang biasanya tergabung juga dengan fasilitas penghapusan browsing history dan cookies. Dengan membersihkan cache, maka seluruh resources otomatis akan di-download ulang sehingga perubahannya akan berhasil berubah.

Tapi, kadang-kadang walaupun begitu, bisa jadi tidak berubahnya layout di halaman depan walaupun sudah diubah struktur di belakangnya adalah karena kesalahan sang programmer itu sendiri.😀

Fitur Clear Browsing Data di Google Chrome

Fitur Clear Browsing Data di Google Chrome

Karena saya malas untuk membersihkan cache, sekarang saat melakukan pengembangan front end, saya biasanya menggunakan incognito mode di Google Chrome (private browsing di browser lainnya seperti Firefox). Mode browsing yang private seperti ini membuat browser tidak melakukan penyimpanan cache secara permanen, sehingga lebih memudahkan saya untuk melakukan modifikasi saat melakukan pengembangan front end. Namun tentu saja ada kelemahannya. Jika website yang sedang dikembangkan ternyata menggunakan cookies, pada saat menggunakan private mode seperti ini cookies tidak akan tersimpan. Kalau sudah begitu ya apa boleh buat, rajin-rajin saja membersihkan cache.

Namun bagaimanapun, tetap saja, pengembangan aplikasi web adalah hal yang menyenangkan.😉

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s