Tentang Pergantian Tahun dan Fenomenanya – Perspektif Pribadi Saya Sebagai Seorang Muslim

Saya tidak tahu, apakah ini perasaan saya saja, atau sebenarnya mungkin telah terjadi begitu banyak perbedaan pendapat dan perdebatan, yang kemudian memicu kecenderungan tertentu. Seolah ada sebagian yang mencela sebagian yang lain yang malam ini rela bergadang menunggu pukul 00.00 dengan melaksanakan kegiatan khusus yang disebut “merayakan tahun baru”.

Menurut saya, momentum 1 Januari 2013 ini hanyalah sekedar pergantian hari, dari 31 Desember 2012 ke 1 Januari 2013. Setiap hari, transisi hari seperti ini sebenarnya terjadi. Hanya saja, kali ini perubahan hari ini menggeser jumlah tahun yang sudah kita lalui selama ini.

Entahlah, ada kebencian apa sehingga seolah-olah terjadi pemisahan secara argumentatif tentang mana yang lebih baik, antara golongan yang merayakan tahun baru masehi 2013 dan kalangan yang tidak merayakannya. Ada kecenderungan bahwa kebanyakan muslim ‘mencela’ (dengan tanda kutip) orang-orang yang bergadang untuk memperingati pergantian tahun masehi ini.

Apakah itu pergantian dari 2012-2013 Masehi ataupun 1433-1434 Hijriyah, menurut saya semuanya sama saja. Masehi dan Hijriyah hanya sekedar sistem penanggalan. Umat muslim menggunakan sistem kalender Hijriyah karena sistem penanggalan tersebut diciptakan pada zaman Rasulullah SAW kental dengan sejarah peradaban islam. Lalu kemudian seolah-olah, momentum tahun baru yang seharusnya dirayakan umat muslim adalah pergantian tahun baru Hijriyah, dari 29/30 Dzulhijjah ke 1 Muharram. Bukan, sekali lagi, bukan itu yang harus diperdebatkan, bukan menyalahkan mereka yang kemudian merayakan tahun baru Masehi atau Hijriyah.

Menurut saya, ini masalah pilihan dan refleksi diri. Setiap detik yang berlalu, manusia semakin tua, semakin mendekati ajalnya. Tiap waktu yang berlalu setiap detik tidak dapat dikembalikan lagi. Detik saja tidak bisa, apalagi tahun?

Apa yang telah kita lakukan ibarat benih yang kita tanam, yang akan kita tuai suatu hari. Karena itulah, untuk menghasilkan yang terbaik, tiap insan manusia membutuhkan muhasabah/refleksi diri. Tiap satuan waktu tertentu, ada baiknya jika kita mengaji ulang, apa saja yang telah kita lakukan selama ini. Kebaikan apa yang telah berhasil kita perbuat? Kesalahan apa saja yang telah terjadi? Apa saja keburukan yang kita miliki? Lalu, hal apa yang akan kita lakukan untuk memperbaikinya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang sepertinya kurang mengisi waktu yang kita lalui selama ini. Kita menjalani hidup seolah dibiarkan bergulir begitu saja, tanpa mengingat bahwa sebenarnya suatu hari guliran itu akan berhenti.

Allah dalam Al-Qur’an bahkan telah mengingatkan kepada kita. Allah bersumpah demi masa, bahwa sesungguhnya manusia itu rugi, kecuali mereka yang saling berbuat baik dan mengingatkan dalam kesabaran dan kebajikan (QS 103: 1-3). Rasulullah SAW yang mulia juga lewat sabdanya telah mengatakan, bahwa orang yang sama dengan hari kemarin, adalah merugi. Yang sama saja rugi, apalagi yang lebih buruk dari hari kemarin?

Tentu semua ini merupakan pilihan yang harus kita tentukan sendiri. Bukankah sudah jelas bahwa di dunia ini, segala sesuatu yang menyenangkan secara jasmani dan lahiriah manfaatnya berbanding terbalik? Pada intinya, segala sesuatu yang berlebihan, atau bersifat hura-hura memiliki kecenderungan mubadzir yang kemudian akan berakhir pada sesuatu yang buruk. Tiap orang berhak memilih, apakah mau melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, ataukah ingin melakukan sesuatu yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri? Seluruh pertimbangan rasional terhadap pilihan-pilihan itu, sebenarnya telah lengkap di dalam benak kita. Hanya saja, terkadang manusia cenderung mengikuti hawa nafsunya yang dalam keadaan tertentu bisa membuat kita terpuruk di ujung yang berbahaya.

Apapun itu, jangan sampai hanya karena 2013 atau 1434, kerukunan yang ada di antara kita menjadi terpasung. Selalu ada cara baik-baik dalam menyikapi fitrah perbedaan. Lalu, kenapa kita harus memilih yang memecah-belah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s