6:2(2+1) = berapa?

Jadi, sore ini teman saya me-mention saya lewat Twitter seperti ini:

Haha, saya tertawa juga membaca tweet beliau ini. Ini bahkan cuma soal SD men.😛

No, no. Walaupun cuma soal anak SD, bahkan pertanyaan seperti inipun membingungkan anak kuliah.

Tulisan kali ini membahas pertanyaan Azhar tersebut, as simple as it is. 😀

Menurut pembaca berapa jawabannya? Tentunya ada 2 versi, yaitu kalau tidak 1 ya 9. Kalau bukan di antara dua pilihan tersebut hasil yang pembaca dapatkan, barangkali pembaca harus belajar ulang matematika SD. Sebenarnya, yang mana yang benar?

Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan bahwa Anda yang menjawab 1 berarti butuh ketelitian yang lebih tinggi dalam menangani soal matematika sejenis ini, karena jawabannya yang benar adalah 9.

Lho?” mungkin ada di antara pembaca yang bergumam begitu.😛

Iya, yang benar adalah 9.

Kalau tidak percaya, copy paste soal tersebut ke Google, atau gunakan software penghitung formula matematika (Excel misalnya), dan masukkan formula dengan sintaks: “=6:2(2+1)” tanpa tanda kutip. Pembaca akan mendapatkan angka 9 tertera di layar.

Kenapa begitu?

Kemungkinan besar, kesalahan utama teman-teman yang menjawab 1 adalah karena bagian yang pertama dihitung oleh kalian adalah sisi sebelah kanan, yaitu bagian 2(2+1). Kemudian, setelah operasi itu, teman-teman baru memproses 6:6 yang hasilnya 1.

Lho, yang tanda kurung kan dihitung duluan?” mungkin ada yang bertanya begitu.

Iya, benar. Karena itu, seharusnya begini langkah yang tepat:

  1. 6:2(2+1) = lanjut ke bawah
  2. 3(2+1) = lanjut ke bawah
  3. 3×3 = 9

Catatan: Bagian yang dicetak tebal adalah yang dioperasikan duluan.

Perlu diketahui, bahwa dalam perhitungan operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada matematika, setiap operator tersebut memiliki sifat left associative, yang artinya kalau dijelaskan secara sederhana kurang lebih adalah: hitunglah terlebih dahulu setiap operand dari kiri secara berurut baru ke kanan. Angka atau variabel pada suatu operasi matematika disebut operand dan tanda seperti tambah kurang kali bagi disebut operator.  Mungkin ada yang tertarik melihat artikel di Wikipedia ini untuk yang penasaran, atau coba saja cari di Google tulisan dengan pencarian kata Operator Associativity.

Mungkin soal ini mudah dan sederhana, tapi hati-hati, bahkan yang sudah lewat sarjana saja banyak yang terkecoh.😉

Ini adalah contoh, bahwa walau sudah setinggi apapun pendidikan yang telah kita tempuh, jangan sampai kita meremehkan hal-hal kecil. Demikian, semoga bermanfaat.😀

One comment

  1. Dita Oktaria · December 25, 2012

    Mas mas, tolong ya bahasanya pake bahasa awam, jgn bahasa IT *mati haaaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s