Rapikan Source Code Anda – Kebiasaan Programming yang Baik 2

Tulisan ini melanjutkan yang sebelumnya. Apakah Anda sudah membaca artikel sebelumnya? Jika sudah, silakan lanjutkan. Kalau belum, ada baiknya membaca artikel sebelum ini (klik di sini untuk melihat artikel sebelumnya).

Sekarang, mari melangkah ke hal yang lebih internal, yaitu tentang penulisan struktur program. Sekalipun penulisan program sudah rapi, pemahaman akan sulit jika penulisan struktur program Anda kacau. Berikut beberapa tips.

Gunakan Nama Variabel yang Deskriptif

Ketika Anda ingin menyimpan data dalam sebuah variabel, maka berilah nama variabel yang baik. Jangan pelit dalam memberikan nama suatu variabel, karena Anda sendiri yang akan bingung membacanya nanti. Jika nama variabelnya cukup panjang, silakan Anda singkat, tapi jangan lupa untuk memberi komentar. Jika Anda menggunakan IDE (Integrated Development Environment) yang pintar, manfaatkan!

Untuk program yang kecil, mungkin Anda tidak akan terlalu melihat manfaat dari tips ini, tapi, jika nanti Anda berkutat dengan program yang panjang (ratusan, bahkan ribuan baris), Anda akan merasakannya (Saya sudah pernah merasakannya, makanya saya bisa bicara seperti ini). Jika Anda berencana membuat sebuah program yang jumlah kode barisnya banyak, jangan memaksakan diri dengan hanya menggunakan plain text editor biasa. Carilah IDE yang baik untuk membantu kerja Anda.

Gunakan Konstanta

Apakah Anda sering menggunakan sejumlah angka atau nilai tertentu di dalam kode Anda? Jika ya, jangan cari resiko. Gunakan konstanta. Konstanta akan memudahkan Anda jika harus menggunakan suatu nilai pada banyak tempat di dalam kode program Anda. Selain itu, akan mempermudah Anda jika harus mengganti nilai tersebut. Cukup mengubah 1 nilai, dan yang lain pun akan ikut berubah.

Mari coba lihat ke contoh untuk mempermudah pemahaman

#include <iostream>
using namespace std;

int main() {
  int i;
  for (i = 0; i < 100; i++) {
    cout << "Contoh perulangan 1";
  }
  for (i = 0; i < 100; i++) {
    cout << "Contoh perulangan 2" << endl;
  }
  // Anggap ada 10 Contoh perulangan

  return 0;
}

Bagaimana jika Anda ingin mengganti semua jumlah perulangan, dari 100 kali menjadi 10000 kali misalnya? Berarti, Anda harus mengubah tiap perulangan satu per satu. Ini akan merepotkan jika Anda bekerja dengan kode program yang panjang.

Solusinya, Anda bisa gunakan konstanta, seperti ini

#include <iostream>
using namespace std;

const int N = 100;

int main() {
  int i;
  for (i = 0; i < N; i++) {
    cout << "Contoh perulangan 1";
  }
  for (i = 0; i < N; i++) {
    cout << "Contoh perulangan 2" << endl;
  }
  // Anggap ada 10 Contoh perulangan

  return 0;
}

Jika ingin mengganti jumlah perulangan, mudah saja. Cukup ganti nilai N dan seluruh program akan berubah. Setidaknya, Anda telah menyelamatkan diri Anda sendiri dari aksi meletihkan menggunakan fasilitas Find & Replace yang belum tentu benar operasinya.

Lakukan Modularisasi

Apakah Anda sering melakukan suatu aksi yang sama pada suatu program? Jika ya, mudahkan diri Anda dengan memindahkannya ke dalam suatu subrutin, yaitu fungsi atau prosedur. Hal ini selain akan mempermudah pembacaan, juga akan memudahkan penanganan kesalahan.

Mari melangkah ke contoh untuk mempermudah pemahaman.

#include <iostream>
using namespace std;

void input(char name[100]);

int main() {
    char name[100];
    input(name);

    cout << "Nama Anda : " << name << endl;

    return 0;
}

void input(char name[100]) {
    cout << "Masukkan Nama Anda : ";
    cin >> name;
}

Program di atas akan meminta nama Anda kemudian menampilkan hasilnya. Misal, Anda ingin menambah kemampuan program di atas, sehingga user tidak hanya memasukkan nama, namun juga tanggal lahir misalnya. Anda cukup mengganti subrutin yang bernama input di atas, dan semua rutin di dalam kode Anda akan berubah. Anda tidak harus mencari proses yang serupa secara manual dan menggantinya satu-per-satu. Itu akan sangat melelahkan.

Sekali lagi, mungkin program di atas tidak akan terlalu terasa manfaatnya. Namun, coba Anda bayangkan jika input dilakukan di banyak tempat di kode Anda. Anda bisa saja tidak konsisten ketika mengetikkan suatu kumpulan kode yang sama di tempat yang berbeda di dalam program. Daripada bingung nantinya, cegah dari sekarang! Sederhanakan program Anda dengan memecahkannya dalam subrutin-subrutin yang lebih kecil.

Pemeliharaan program merupakan hal yang penting. Cobalah untuk lebih mengorganisir kode yang kita buat sehingga mudah dibaca. Manfaatnya akan sangat banyak sekali.

Pada tulisan selanjutnya, akan dibahas tentang Code Convention yang akan membantu Anda untuk menulis suatu program dengan susunan yang sudah dibakukan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s