“Hachiko” – Simbol Kesetiaan Sejati

Kisah ini adalah kisah nyata yang sungguh terjadi di negara matahari terbit, Jepang, pada kisaran tahun 1924. Sedih rasanya jika mengingat bahwa hal ini ternyata terjadi pada seekor binatang. Ya, para pembaca sekalian, Hachiko adalah nama seekor anjing.

Picture of Hachiko - Courtesy Wikipedia.org

Seorang dosen pertanian Universitas Tokyo, Hidesaburo Ueno memiliki seekor anjing yang bernama Hachiko. Setiap hari, si Hachiko ini selalu mengantarkan majikannya berangkat kerja ke Stasiun Shibuya saat pagi harinya, dan sore harinya, anjing ini datang kembali ke stasiun untuk menjemput Pak Ueno.

Hachiko melakukan ini setiap harinya. Sehingga, karena seringnya sang anjing dan majikannya ini bolak-balik, para penumpang kereta di Stasiun Shibuya sudah maklum dengan kelakuan anjing ini. Begitulah keseharian Hachiko, kesetiannya pada majikannya membuat ia setiap hari teguh untuk mengantar dan menjemput majikannya di Stasiun. Hal ini terus berlanjut, hingga suatu hari, takdir mengeluarkan konsensus.

Mei 1925, Hachiko mengantar majikannya ini ke stasiun, tanpa mengetahui bahwa kegiatan rutinnya ini adalah kebersamaan mereka yang terakhir. Hari itu, sang majikan tidak akan pernah kembali. Ia terserang stroke saat di kampus dan meninggal dunia.

Kepengurusan anjing ini selanjutnya dialihkan pada kolega Pak Ueno. Namun, sepeninggal Pak Ueno, Hachiko ternyata tetap setia menjalankan rutinitasnya. Berkali-kali, sang anjing ini berkunjung ke rumah majikan lamanya. Tentu saja, ia tidak akan bertemu dengan Pak Ueno. Walau demikian, Hachiko tetap berangkat ke stasiun, menunggu di tempat biasanya majikannya datang.

Hachiko selalu setia, menunggu majikannya pulang di Stasiun Shibuya, walau yang ditunggu tidak akan pernah datang. Hal ini berlanjut selama 9 tahun lamanya. Begitu teguhnya kesetiaan Hachiko, ia tetap menunggu Pak Ueno pulang. Para penumpang kereta yang ada di Stasiun Shibuya selalu melihat anjing ini menunggu tanpa lelah di peron stasiun. Hingga akhirnya, Hachiko pun ikut menyusul majikannya ke alam baka. Hachiko ditemukan mati di jalan dekat Stasiun Shibuya pada tanggal 8 Maret 1935

Kisah Hachiko ini, kemudian diabadikan oleh mahasiswa Pak Ueno. Pada tahun 1932, kisah kesetiaan Hachiko yang luar biasa ini diterbitkan dalam Koran nasional Jepang. Sekejap saja, kisah Hachiko berkembang di masyarakat. Hingga akhirnya, Hachiko ditetapkan sebagai simbol kesetiaan nasional oleh Pemerintah Jepang. Untuk mengenang kesetiaan Hachiko, di Stasiun Shibuya dibangun sebuah patung perunggu. Bahkan, sampai sekarang setiap tanggal 8 Maret, selalu diadakan sebuah upacara di Stasiun Shibuya untuk menghormati Hachiko, simbol kesetiaan sejati.

Bronze statue of Hachiko - Courtesy Wikipedia.org

Wah, sedih bukan? Saya pribadi terharu ketika membaca cerita ini. Bagaimana dengan Anda? Well, please leave some comments.šŸ™‚

One comment

  1. feby sisda · September 14, 2010

    y kak imam,,,cerita ini bg sy cukup mengharukan,…tp indonesia jg tak kalah.. punya story yg pantas untuk dikenang..seperti tragedi lumpurlapindo yang memakan korban mental rakyat,,,atau gelombang tsunami dr kota serambi mekah yang mengguncang dunia,,atau yang terbaru kali ini krusuh antar agama d bekasi…..hmm,,tak perlu jauh,,,kita punya sesuatu yang pantas untuk diketik menjadi sebuah cerita…..oh ya,,sy feby kak,,,adik kelas d smp n 1,,he,mungkin kakak tak kenal sy,,tp sy pastilah mengenal anda,,sosok fisikawan kebanggakaan smp 1 ..wktu itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s